Penyebab Dan Jenis Jenis Kista Ovarium

Penyebab Dan Jenis Jenis Kista Ovarium,- Kista Ovarium sering dijumpai pada kehamilan dan dapat timbul oleh korpus luteum. Korpus luteum terbentuk dalam folikel setelah ovulasi untuk fertilasi. Struktur ini merupakan kelenjar endokrin yang penting pada kehamilan dini karena mensekresi estrogen dan progesteron. Ukuran dan gambaran kista ovarium penting untuk di pantau karena biasanya menghilang jika berkaitan dengan korpus luteum. Beberapa dapat tetap dijumpai pasca kehamilan atau bahkan menjadi lebih ganas. Kista yang persisten memerlukan evaluasi pascanatal.

Faktor Penyebeb Terjadinya Kista Ovarium

  • Faktor Reproduksi

Riwayat reproduksi (kehamilan-persalinan) terdahulu serta durasi dan jarak reproduksi memiliki dampak terbesar pada penyakit ini, paritas yang rndah dan infertilitas (kemandulan), menars (pertama kali mendapat menstruasi) dini dan menopause yang terlambat meningkatkan resiko untuk berkembangnya kista ovarium. Peningkatan insiden kista ovarium pada wanita lajang, biarawati, dan wanital nulipara (tidak memiliki keturunan) menunjukan ovulasi yang teratur yang tidak diselingin dengan kehamilan, meningkatkan predisposisi wanita mengidap keganasan.

Kehamilan yang multiple (kembar) dapat meningkatkan efek protektif menghadapi perkembangan kanker ovarium. Apabila dibandingkan dengan wanita nulipara, satu sampai dua kehamilan menghasilkan resiko relatif (RR) 0,49-0,97. Wanita dengan jumlah kehamilan lebih dari tiga memiliki penurunan resiko sebanyak 0,35-0,76 apabila dibandingkan dengan populasi kontrol. Faktor lain yang dapat mengurangi resiko adalah riwayat menyusui.

  • Faktor Hormonal

Penggunaan hormon ekstrogen pada terapi gejala menopause berhubungan dengan peningkatan resiko insiden maupun tingkat mortalitas kista ovarium. Beberapa literatur menunjukkan penggunaan terapi sulih hormon jangka panjang (> 5-10 tahun) mengakibatkan peningkatan resiko 1,5 – 2,0 kali lipat. Peningkatan resiko secara spesifik terlihat pada wanita pengguna hormon estrogen tanpa disertai progesteron. Peningkatan berat badan juga memungkinkan terjadinya peningkatan resiko terjangkit penyakit ini. Beberapa penelitian menyatakan peningkatan indeks masa tubuh (IMT) saat remaja atau usia dewasa dapat meningkatkan resiko, terutama pada masa premenopause.

  • Faktor Genetik

Pada umumnya kista ovarium bersifat sporadis/tidak beraturan. Pada familial/hubungan keluarga dan herediter/keturunan dilaporkan hanya 5-10%. Riwayat keluarga merupakan faktor penting dalam memasukkan apakah seorang wanita memiliki resiko terkena kista ovarium. Rata-rata, resiko seorang wanita untuk mengidap kista ovarium, resiko nya akan meningkat menjadi 4-5%. Dalam kasus dimana terdapat dua anggota keluarga yang mengidap kista ovarium, resiko pada wanita ini akan meningkat menjadi 7%.

  • Faktor Lingkungan

Pada sebuah penelitian disebutkan diet wanita pengidap kanker ovarium dapat ditemukan pada pola diet Barat, yaitu tinggi daging dan sedikit sayuran. Hal tersebut kemungkinan berhubungan dengan tingginya angka insiden kista ovarium. Sayur-sayuran, tidak termasuk buah-buahan, dikatakan memiliki efek yang menguntungkan, sementara mengonsumsi tinggi daging dapat meningkatkan resiko seorang wanita mengidap kista ovarium. Beberapa penelitian juga menyatakan konsumsi tembakau meningkatkan angka kejadian kista ovarium pada wanita terutama jenis tumor musinosa.

Jenis Jenis Kista Ovarium

1. Kista Corpus Luteum : berdiameter sekitar 2-6cm. Terbentuk dari folikel yang terisi cairan atau darah sel telur keluar. Kista ovarium ini dapat membesar dan melihat batang ovarium. Pada kondisi ini, penderitanya akan merasa sangat kesakitan dan memerlukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kista tersebut.
2. Kista Hemorrhagic : Kista fungsional biasanya yang mengalami pendarahan dan menimbulkan kram perut.
3. Kista Dermoid : Dapat tumbuh hingga diameter 15cm dan melilit batang ovarium. Isinya tidak hanya berbentuk cairan, tetapi juga lemak, jaringan tulang, tulang rawan, dan bahkan rambut.
4. Kista Endometrium (endometriosis): merupakan jaringan pelapis rahim yang tumbuh di sekitar ovarium. Berisi darah yang berwarna kecoklatan dan dapat berdiameter 2-20 cm. Menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa saat menstruasi dan dapat menimbulkan masalah untuk mendapatkan keturunan.
5. Kista Denoma: kista ovarium yang dapat berukuran sangat besar hingga diameter 30 cm dan dikategorikan sebagai tumor. Kista ini terbentuk dari jaringan ovarium.
6. Kista Polikistik: terbentuk di sekitar ovarium, kecil – kecil, dan berisi cairan jernih. Terjadi karena gangguan haid atau hormon.
7. Sindrom Polikistik Ovari: kista ovarium yang tumbuh dalam jumlah yang banyak di dalam ovarium. Penyebabnya yaitu berlebihnya hormone androgen atau faktor keturunan. Kista ini dapat menyebabkan kemandulan, pendarahan, gangguan kehamilan dan keguguran, bahkan kanker endrometrium yang juga komplikasi penyakit berbahaya seperti diabetes, jantung dan kolesterol. Penyakit ini menyerang 4-7% wanita yang dalam usia produktif. 

posted by : Obat Kista Ovarium
This entry was posted in Obat Kista Ovarium and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *